IDS (Intrusion Detection System) adalah sistem keamanan jaringan atau komputer yang bertugas untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan atau berbahaya yang berpotensi menjadi serangan atau pelanggaran keamanan. Fungsi utamanya meliputi:
1. Monitoring Aktivitas Jaringan atau Sistem
IDS secara kontinu memantau lalu lintas jaringan atau aktivitas sistem untuk mendeteksi perilaku yang tidak biasa atau mencurigakan.
2. Mendeteksi Ancaman dan Serangan
IDS dapat mengenali berbagai jenis serangan seperti serangan DoS (Denial-of-Service), brute force, malware, dan berbagai eksploitasi keamanan lainnya.
3. Memberikan Peringatan
Ketika IDS mendeteksi potensi ancaman, ia akan mengirimkan peringatan atau log kepada administrator jaringan agar dapat segera diambil tindakan.
4. Menganalisis Log dan Laporan
IDS mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber untuk mengidentifikasi pola serangan atau kerentanan.
5. Membantu Penyelidikan Forensik
Log yang disimpan oleh IDS dapat digunakan untuk analisis forensik jika terjadi serangan atau pelanggaran keamanan.
Ada dua jenis utama IDS:
NIDS (Network-based IDS): Memantau seluruh lalu lintas jaringan untuk mendeteksi ancaman.
HIDS (Host-based IDS): Memantau aktivitas pada perangkat atau server tertentu.
Namun, perlu diingat bahwa IDS hanya mendeteksi dan memberi peringatan; ia tidak otomatis mencegah serangan. Untuk pencegahan, digunakan IPS (Intrusion Prevention System).
Apakah kamu ingin saya bantu menjelaskan perbedaan antara IDS dan IPS?
No comments:
Post a Comment