Apa itu Mesh Network?
Mesh network adalah jenis jaringan di mana setiap perangkat atau node dalam jaringan dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat lainnya. Dalam konfigurasi ini, perangkat (atau node) tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antara perangkat pengguna dan internet, tetapi juga bertindak sebagai penyambung antar perangkat lainnya dalam jaringan.
Karakteristik Mesh Network:
-
Desentralisasi:
Tidak ada perangkat utama yang mengendalikan seluruh jaringan. Setiap perangkat dapat berfungsi sebagai router atau titik akses dan berkomunikasi dengan perangkat lain, menciptakan jaringan yang lebih fleksibel dan tahan gangguan. -
Penyebaran Jaringan:
Jaringan mesh memungkinkan perangkat untuk saling berkomunikasi tanpa bergantung pada satu titik akses pusat. Jika satu node gagal, perangkat lainnya masih bisa terhubung dengan node yang berbeda, menjaga jaringan tetap aktif. -
Skalabilitas:
Mesh network sangat mudah untuk diperluas. Anda dapat menambah lebih banyak node untuk meningkatkan jangkauan jaringan tanpa mengubah infrastruktur yang sudah ada. -
Redundansi dan Keandalan:
Jaringan mesh menyediakan redundansi. Jika satu jalur atau node gagal, data dapat mengalir melalui jalur alternatif, sehingga meningkatkan keandalan jaringan secara keseluruhan.
Keunggulan Mesh Network:
-
Cakupan Luas:
Mesh network sangat ideal untuk jaringan nirkabel dengan cakupan luas, seperti rumah besar, gedung bertingkat, atau area publik. Setiap node dapat memperluas area cakupan jaringan Wi-Fi. -
Ketersediaan Tinggi:
Karena tidak ada titik tunggal kegagalan, jaringan tetap berfungsi meskipun ada perangkat yang tidak berfungsi atau terputus. -
Mudah Diperluas:
Cukup menambahkan node tambahan ke jaringan untuk memperluas jangkauannya. Mesh network dapat tumbuh sesuai kebutuhan.
Kekurangan Mesh Network:
-
Kompleksitas:
Jaringan mesh bisa lebih rumit untuk dipasang dan dikelola dibandingkan dengan jaringan tradisional (seperti jaringan dengan satu router). -
Kinerja yang Berkurang (tergantung topologi):
Pada beberapa jaringan mesh, kecepatan internet dapat berkurang jika banyak perangkat atau node yang digunakan, terutama pada jaringan dengan banyak perangkat yang mentransfer data.
Aplikasi Mesh Network:
-
Wi-Fi Mesh System:
Mesh network banyak digunakan dalam sistem Wi-Fi di rumah atau kantor besar, di mana satu router tidak cukup untuk memberikan sinyal ke seluruh area. Contoh sistem Wi-Fi mesh adalah Google Nest Wi-Fi, Eero, atau TP-Link Deco. -
Internet of Things (IoT):
Banyak digunakan dalam sistem IoT di mana banyak perangkat perlu saling berkomunikasi tanpa perlu bergantung pada satu titik akses. -
Jaringan Komunikasi Darurat:
Mesh network dapat digunakan dalam situasi darurat (seperti bencana alam) untuk menyediakan komunikasi yang dapat tetap berjalan meskipun infrastruktur komunikasi utama rusak.
Cara Kerja Mesh Network:
- Setiap node dalam jaringan mesh berkomunikasi dengan node lainnya, menciptakan rute alternatif untuk data.
- Data dapat dikirim melalui berbagai jalur, dan jika satu jalur gagal, data dapat dialihkan ke jalur lain.
- Jaringan ini secara otomatis mengatur rute yang optimal untuk pengiriman data.
Dengan mesh network, kamu mendapatkan jaringan yang lebih stabil, fleksibel, dan mudah diperluas, meskipun ada lebih banyak perangkat atau lebih banyak area yang perlu dicakup.
No comments:
Post a Comment