Apa itu acces control list dalam jaringan

Access Control List (ACL) dalam jaringan adalah sekumpulan aturan atau kebijakan yang digunakan untuk mengatur dan membatasi akses terhadap sumber daya jaringan. ACL menentukan siapa yang dapat mengakses jaringan, layanan apa yang dapat digunakan, dan tindakan apa yang diizinkan atau ditolak.

Fungsi ACL:


1. Menyaring Lalu Lintas: Mengizinkan atau menolak lalu lintas berdasarkan kriteria tertentu seperti alamat IP, protokol, atau nomor port.

2. Meningkatkan Keamanan: Mencegah akses tidak sah atau serangan dengan memblokir lalu lintas yang mencurigakan.

3. Mengelola Akses: Mengontrol akses ke jaringan atau layanan tertentu hanya untuk pengguna atau perangkat tertentu.

4. Membatasi Bandwidth: Mengatur lalu lintas berdasarkan kebijakan tertentu untuk mengoptimalkan penggunaan jaringan.


Jenis ACL:

1. Standard ACL:


Berdasarkan alamat IP sumber saja.


Umumnya digunakan untuk mengizinkan atau menolak seluruh lalu lintas dari alamat tertentu.

Contoh: Mengizinkan semua lalu lintas dari jaringan 192.168.1.0/24 dan menolak yang lainnya.


2. Extended ACL:


Berdasarkan kombinasi dari alamat IP sumber, alamat IP tujuan, protokol, dan nomor port.

Lebih fleksibel dan spesifik dibandingkan standard ACL.

Contoh: Mengizinkan lalu lintas HTTP (port 80) dari jaringan 192.168.1.0/24 ke server tertentu (192.168.2.10).


Contoh Penggunaan ACL:

Mengizinkan akses ke server web dari jaringan internal tetapi menolak akses dari internet.

Membatasi akses ke router hanya untuk administrator dengan alamat IP tertentu.

Mengimplementasikan firewall dasar dengan memblokir port atau protokol tertentu.

Cara Kerja ACL:

Ketika paket data tiba di perangkat jaringan (seperti router atau firewall), ACL akan memeriksa paket tersebut terhadap daftar aturan yang dibuat. Setiap aturan dievaluasi secara berurutan sampai ada yang cocok. Jika tidak ada aturan yang cocok, maka biasanya berlaku default policy (misalnya, deny atau allow all).



No comments:

Post a Comment